LP3ES dan Hatta Foundation Luncurkan Buku Bung Hatta Jilid 9

LP3ES dan Hatta Foundation Luncurkan Buku Bung Hatta Jilid 9

Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bersama Hatta Foundation meluncurkan buku Karya Lengkap Proklamator Bung Hatta Jilid 9 berjudul “Agama, Dasar Negara dan Karakter Bangsa”.

Peluncuran dikemas dalam diskusi, di Jakarta, Selasa (30/4), diikuti Direktur Eksekutif LP3ES, Fahmi Wibawa, Ketua Perhimpunan Bineksos, Ismid Hadad, dan putri kedua Bung Hatta, Gemala Rabiah Hatta.

Acara langsung dilanjutkan dengan bedah buku oleh tiga narasumber, yakni pemikir kebhinnekaan, Sukidi, Ketua Dewan Pengurus LP3ES, Abdul Hamid, dan dosen Universitas Paramadina, Joko Arizal.

Setelah itu dilanjutkan launching sekolah pemikiran Bung Hatta, dihadiri Direktur Penerbitan LP3ES, Widjanarko S, Sekretaris Dewan Redaksi Karya Lengkap Bung Hatta, Arselan Harahap, dan Ketua Yayasan Mohammad Hatta Pahlawan Nasional (MHPN) yang juga putri ketiga Bung Hatta, Halida Nuriah Hatta.

“Bagi kami, LP3ES, ini merupakan kebanggaan serta kehormatan tertinggi kami, untuk kesembilan kali menerbitkan buku yang merupakan kerja sama dan dukungan dari keluarga Bung Hatta dengan Bineksos dan Universitas Bung Hatta,” kata Fahmi Wibawa, saat membuka acara.

Dia menyoroti judul terkait karakter bangsa yang saat ini telah melewati Pemilu yang gegap gempita, dengan berbagai macam kondisi psikologis.

“Nah, ketika karakter bangsa sedang diuji, Bung Hatta sudah menemukan sejak awal pergerakan bangsa kita,” katanya.

Buku Karya Lengkap Bung Hatta Jilid 9, sambung dia, mengupas soal kondisi psikologis. Di mana, karakter bangsa didasari atas keinginan menegakkan kebenaran dan keadilan.

“Saat itu kondisi memang dalam suasana terjajah. Bung Hatta dalam konteks itu menyelami betul dan kemudian melihat kontekstualitas dalam perspektif keilmuan. Kemudian karakter bangsa dibangun dari situ,” jelasnya.

Sementara saat ini, karakter bangsa sedang diuji kembali. Untuk itu, sangat perlu menjaga kemanusiaan, harkat dan martabat sebagai negara untuk tetap menyuarakan kebenaran dan keadilan.

“Yang utama adalah bagaimana pesan dari bapak bangsa kita untuk terus menegakkan keadilan dan kebenaran, dan itu harus tetap kita jaga,” tambahnya.

Fahmi mengakui, suatu kebanggaan dan kebahagiaan bagi LP3ES, bisa kembali melihat akar dari pemikiran karakter bangsa lewat buku kesembilan Karya Lengkap Bung Hatta.

Dia memastikan, LP3ES dan Yayasan Muhammad Hatta akan terus bekerja sama menyebarluaskan pemikiran Bung Hatta dalam berbagai program.

“Kami akan mengemas pemikiran Bung Hatta dalam berbagai bentuk, seperti sekolah pemikiran Bung Hatta kelas eksklusif, ada juga yang tidak terlalu serius, misalnya dalam bentuk karikatur, tematik, komik, yang mudah dicerna Gen Z atau saudara-saudara kita yang tidak bisa membaca buku setebal ini,” pungkasnya

Dipublikasi oleh: RMOL
https://rmol.id/politik/read/2024/04/30/618673/lp3es-dan-hatta-foundation-luncurkan-buku-bung-hatta-jilid-9

Internet for Trust (I4T) Global Knowledge Network

Internet for Trust (I4T) Global Knowledge Network

Seperti judulnya, tujuan seminar ini adalah untuk membentuk semacam global knowledge network yang isinya masyarakat sipil (leading think tank and research center) yang bertujuan untuk membangun kerjasama think tank dan pusat penelitian lintas negara untuk mendorong terwujudnya tata kelola ruang digital yang lebih baik.

Network ini baru lahir dan diresmikan 22 Februari lalu, dan LP3ES menjadi salah satu think tank yang ikut membidani kelahirannya.

Penting dicatat bahwa “14T Global Knowledge Network” ini mendapat support dari UNESCO, tapi independen dari lembaga dunia ini.

Salah satu kerja kita adalah melihat bagaimana dampak guideline yang dikeluarkan UNESCO tentang pengaturan platform digital.

Penting digarisbawahi bahwa kerja kita bukan untuk mempromosikan guideline UNESCO itu namun untuk secara kritis melihat dan memonitor bagaimana dampaknya.

Misi besarnya tentunya adalah untuk melihat seberapa jauh tata kelola platforms di berbagai negara telah melindungi kebebasan berekspresi dan hak-hak asasi manusia lainnya, juga untuk memberikan rekomendasi kebijakan untuk mewujudkan hak-hak itu secara lebih baik dan bermakna di masa depan.

Karena network ini masih baru, ada peluang sangat besar bagi LP3ES untuk turut mewarnai dan mengarahkan diskursus global tentang topik ini.

 

Matrikulasi SISTER Angkatan Pertama ditutup

Matrikulasi SISTER Angkatan Pertama ditutup

Matrikulasi SISTER Angkatan Pertama ditutup dengan pertemuan hibrida di Kantor LP3ES, Selasa (20/2) sore. Sebagian peserta, terutama yang berdomisili di Jabodetabek, hadir langsung sementara yang lain menyimak secara daring.

Tiga pengurus senior, yakni Ketua Dewan Pengurus Abdul Hamid, Direktur Eksekutif Fahmi Wibawa, dan Direktur Penerbitan Widjanarko, membagikan wawasan masing-masing tentang peran intelektual LP3ES sejak awal berdiri, serta harapan bagi peningkatan intelektualisme para peserta di masa yang akan datang. Di tengah situasi sosial dan politik yang mengabaikan intelektualisme dan etika, usaha-usaha merawat pikiran jernih hingga menjadi lentera peradaban kian penting untuk dirawat.

Sebelum memasuki kelas-kelas utama SISTER, kami akan membuka Matrikulasi Angkatan II dalam waktu dekat. Para peserta dari angkatan pertama bisa mengikutinya kembali secara cuma-cuma. Nantikan pengumumannya.

Cawe-Cawe Presiden dan Senjalaka Demokrasi: Outlook LP3ES 2024

Cawe-Cawe Presiden dan Senjalaka Demokrasi: Outlook LP3ES 2024

Cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 diibaratkan sebagai gempa bagi demokrasi Indonesia. Seluruh pihak diajak waspada agar hal itu tidak menimbulkan kerusakan demokrasi yang semakin parah.

“Kita khawatir bukan cuma (Jokowi) turun gunung tapi gempa-gempa susulan lain dan yang mengerikan adanya tsunami demokrasi,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LPE3S) Fahmi Wibawa dalam diskusi virtual, Minggu, 28 Januari 2024.

Fahmi mengatakan pernyataan Jokowi Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur beberapa hari lalu terasa seperti gempa demokrasi yang dahsyat. Jokowi menyebut presiden boleh kampanye dan berpihak.

“Presiden yang semestinya menjadi penjaga muruah demokrasi terindikasi turun gunung berkampanye pada salah satu pasangan calon,” papar dia.

Fahmi khawatir gempa demokrasi yang kadung terjadi hanya gejala awal. Gempa susulan yang berpotensi muncul adalah pergerakan bawahan Jokowi yang kian masif.

“Karena menteri-menteri tentu mendapat lampu hijau untuk berkampanye. Demikian halnya para kepala daerah, gubernur, bupati, dan wali kota yang sebagian besar pejabat sementara yang ditetapkan presiden,” ujar dia.

Menurut Fahmi, muruah demokrasi yang tepat ialah senantiasa menjunjung partisipasi masyarakat. Bukan justru menjadi demokrasi manipulatif.

“Yang menjebak kita dalam kesesatan berpikir yang membahayakan masa depan bangsa,” jelas dia.

Di publish oleh: https://www.medcom.id/pemilu/news-pemilu/5b2oJD4k-cawe-cawe-jokowi-berpotensi-bikin-tsunami-demokrasi

Bawaslu dan Koalisi Damai Sepakati Empat Kode Etik Kampanye di Medsos

Bawaslu dan Koalisi Damai Sepakati Empat Kode Etik Kampanye di Medsos

Tepat saat kampanye rapat umum atau kampanye akbar dimulai pada Minggu (21/1/2024), Badan Pengawas Pemilu, 18 partai politik peserta pemilu, dan Koalisi Damai mendeklarasikan komitmen bersama dengan menyepakati empat kode etik menghadirkan kampanye pemilu berintegritas di media sosial sehingga ruang publik di jagat maya tetap sehat.

Deklarasi komitmen bersama kampanye pemilu berintegritas di medsos itu digelar di Jakarta. Selain sejumlah pihak yang menyepakati komitmen kampanye berintegritas, acara itu juga turut dihadiri oleh tim sukses dari tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengatakan, pada 21 Januari 2024 ini, tahapan kampanye sudah boleh dilakukan melalui rapat umum dan media elektronik. Deklarasi kampanye berintegritas di medsos menurut dia juga penting untuk memberikan semangat dan dukungan kepada peserta pemilu agar berkampanye dengan baik tanpa politisasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Selain itu, juga agar kampanye terhindar dari hoaks dan kampanye hitam di medsos.

”Ini adalah awal yang baik dalam masa kampanye rapat umum dan di media elektronik. Teman-teman Bawaslu diharapkan bisa menjaga masa rapat umum ini,” katanya.

Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, menambahkan, pada masa kampanye, masyarakat berhak untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang siapa calon pemimpin yang akan mereka pilih. Cara meyakinkan pemilih itu membutuhkan kedewasaan agar dilakukan dalam cara-cara yang patut, penuh kedamaian, dan tidak ada pertikaian.

”Oleh karena itu, komitmen itu menjadi penting dideklarasikan untuk diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia sehingga tidak ada alasan bagi kami pemilu menjadi ajang perpecahan,” ucapnya.

Ketua Presidium Koalisi Damai, Wijayanto, mengingatkan, dasar pengambilan keputusan dalam pesta demokrasi adalah informasi yang diperoleh masyarakat melalui ruang publik, termasuk media sosial. Jika media sosial sarat akan kabar bohong, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk disrupsi informasi lainnya, dikhawatirkan yang lahir adalah pilihan politik yang keliru. Bahkan, pengalaman di sejumlah negara menunjukkan bahwa disinformasi dalam bentuk ujaran kebencian bisa menyebabkan polarisasi politik, perpecahan, dan pertikaian bangsa.

”Oleh karena itu, kita perlu memastikan bahwa ruang publik kita terbebas dari disinformasi dan ujaran kebencian menuju Pemilu 2024. Komitmen bersama kampanye pemilu berintegritas itu akan menjadi semacam kode etik kampanye di medsos dari peserta pemilu baik itu parpol, politikus, dan juga platform digital,” jelas Wijayanto.

Refleksikan kesadaran

Wijayanto memahami bahwa kode etik itu tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat untuk memaksa mereka yang menandatanganinya untuk mematuhi komitmen itu. Namun, komitmen bersama itu merefleksikan bahwa setiap penanda tangannya memang menginginkan standar etika tertentu untuk dipatuhi bersama untuk diterapkan dalam kampanye pemilu.

Keinginan itu muncul karena kesadaran dalam mereka sendiri tentang pentingnya informasi yang benar untuk menjadi dasar bagi warga negara untuk memilih demi pemilu berkualitas dan demokrasi bermartabat.

”Pada terang kesadaran inilah, maka komitmen bersama ini sesungguhnya lebih kuat karena muncul dari dalam diri dan bukan dari paksaan dari luar. Semoga Bawaslu dan peserta pemilu menempatkan standar moral tertinggi sebagai dasar untuk melakukan tindakan dan kampanye di medsos,” imbuh Wijayanto.

Komitmen bersama yang akan menjadi kode etik kampanye di medsos itu, antara lain, adalah komitmen bersama untuk melawan disinformasi, komitmen bersama melawan diskriminasi identitas dan ujaran kebencian, serta pelindungan anak, komitmen bersama atas transparansi iklan politik, dan komitmen bersama untuk transparansi informasi.

Dalam komitmen bersama untuk melawan disinformasi, setiap pihak diminta untuk menahan diri dari penyebaran disinformasi terkait kontestasi pemilu, proses pemungutan suara, penghitungan surat suara, dan rekapitulasi surat suara. Mereka juga diminta menghindari penggunaan alat teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat akun palsu dan bot, serta dalam penargetan mikro untuk trolling dan perundungan daring, dan sebagainya.

Adapun, dalam komitmen bersama melawan diskriminasi dan ujaran kebencian, serta perlindungan anak, para penanda tangan komitmen diminta untuk menghargai sensitivitas jender dan inklusivitas, serta melindungi hak-hak anak dalam pelaksanaan rangkaian pelaksanaan pemilu. Mereka juga diminta menahan diri untuk tidak melakukan dan menyebarkan ujaran kebencian, pelecehan daring, dan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, etnis, agama, pandangan politik, atau ekspresi jender, dan sebagainya.

Dalam komitmen bersama atas transparansi politik, mereka juga diminta mengidentifikasi dengan jelas iklan politik yang dipromosikan, mencantumkan atribusi atau label peserta pemilu pada setiap iklan politik, serta menerbitkan laporan komprehensif tentang iklan politik, termasuk informasi pengiklan, biaya, jangkauan, dan demografi yang ditargetkan.

Terakhir, komitmen bersama untuk transparansi informasi mensyaratkan penanda tangan berkomitmen untuk secara transparan mendeklarasikan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kampanye pemilu, termasuk memberi label atau keterangan pada konten politik yang dipublikasikan oleh akun medsos peserta pemilu dan tim kampanye yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu. Mereka juga diminta untuk memberikan keterangan pada setiap konten yang teridentifikasi dihasilkan oleh AI untuk memastikan kesadaran publik akan konten yang dihasilkan oleh AI.

Ketiga perwakilan dari pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD sepakat untuk berkomitmen dalam kampanye damai berintegritas di media sosial. Deklarasi itu pun disebut mereka tidak hanya dalam bentuk kata-kata, tetapi juga komitmen penuh dalam praktik bermedia sosial.

Di publish oleh: Kompas.id
https://www.kompas.id/baca/polhuk/2024/01/21/bawaslu-dan-koalisi-damai-luncurkan-kode-etik-kampanye-di-medsos