by LP3ES | Aug 19, 2019 | Ekonomi
Pengembangan sumber daya manasia dengan fokus pada peningkatan kualitas inteligensi perlu diterapkan untuk menghadapi sejumlah masalah pembangunan hingga Indonesia berusia 100 tahun pada 2045. Strategi ini juga bisa menjadi kunci penting dalam upaya membawa Indonesia keluar dari perangkap Negara berpendapatan menengah kebawah.
Indonesia terjebak dalam perangkap negera kategori pendapatan menengah ke bawah (lower-middle income) sejak 1985. Negara dalam kategori itu memiliki kisaran pendapatan perkapita antara 2.000 dollar Amerika Serikat hingga 7.250 Dollar AS.
Untuk keluar dalam kondisi itu, menurut Prof (emertius) Emil Salim,bupaya habis-habisan mesti diarahkan untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di periode “Jendela Peluang” bonus demografi.
“(Kebijakan harus) Habis-habisan pada pembangunan kualitas SDM, itu didahulukan di atas segala-galanya,” kata Emil dalam pidato ekonomi politik “Tanggung Jawab Intelektuil Menuju Lepas Landas” yang di sampaikan dalam perayaan ulang tahun ke-48 Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan, Ekonomi & Sosial (LP3ES) di Jakarta,
Selain Emil, hadir pula sejumlah tokoh, seperti Ketua Mahkamah Konstitusi 2003-2008 Jimly Asshiddiqie Ketua Perhimpunan Indonesia untuk Pembinaan Pengetahuan dan Sosial (Bineksos) Ismid Hadad: Direktur LP3ES Fajar Nursahid, dan Ketua Dewan Pengurus LP3ES Prof Didik J. Rachbini
Sementara itu Jimly Asshidqie menyampaikan, tetap harus ada sekelompok orang yang berfikir alternatif terhadap realitas yang ada “Karena kelaziman (berfikir) kadang sama dengan kelaziman, Direktur LP3ES Fajar Nursahid juga menegaskan bahwa di usia ke-48 LP3ES Tetap fokus dengan semangat untuk menjadi Think Tank pemikiran alternatif dengan pembangunan bangsa
Sumber : Kompas (INK)
by LP3ES | Oct 5, 2017 | Ekonomi, Ketahanan Pangan
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Jawa Timur menilai bantuan TNI untuk memonitor tanaman pertanian memberikan dampak yang cukup signifikan dan bagus, salah satunya juga membantu perbaikan saluran irigasi, yang membuat air bisa mengalir lebih lancar ke lahan pertanian.
“TNI dengan dinas pertanian sama-sama memonitor perkembangan tanaman pertanian, pertambahan areal dalam rangka swasembada pangan. Jadi, sekarang satu bahasa dan saling beri masukan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri Semeru Singgih di Kediri, Kamis.
Menurut dia, adanya “MoU” antara Panglima TNI serta kementerian pertanian ternyata memberikan efek yang cukup positif. TNI juga dilibatkan bersama-sama membina petani dalam hal penerapan budi daya, termasuk di dalamnya pemantauan peredaran pupuk.
Semeru juga menambahkan, pemerintah juga sangat terbantu dengan berbagai program yang dilakukan bersama-sama tersebut, salah satunya adanya perbaikan saluran irigsi yang kotor. Dengan perbaikan itu, lahan pertanian petani juga bisa semakin baik.
“TNI juga belajar tentang tanah yang yang baik. Termasuk ada saluran irigasi yang kotor, dia adakan bersih-bersih, saluran di seluruh wilayah kota,” ujarnya.
Semeru mengatakan, produksi pertanian di Kota Kediri per hektare 6,5 ton per hektare. Luas lahan pertanian di kota ini mencapai 1.900 hektare. Produksi pertanian pada 2017, ditargetkan bisa mencapai 2.300 hektare.
“2017 ini kami target luas lahan pertanian hingga 2.300 hektare. Itu dari lahan petani yang sudah selesai tanam, yang irigasinya bagus dianjurkan untuk tanam lagi dan hingga kini kami terus pantau,” ujarnya.
Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Arm Joko Setiyo K mengatakan TNI memang mendukung secara penuh dalam program ketahanan pangan tersebut. TNI sinergi dengan dinas terkait dengan penanaman, luas tanaman, hingga serapan gabah ke bulog.
“Program ketahanan pangan lanjut terus dan ini semua rata di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Ke lapangan juga sering, sekarang PPL (Penyuluh pertanian lapangan) cuma berapa, babinsa (Bintara pembina desa) saya di tiap desa ada,” ujar Dandim.
Dalam perayaan HUT Ke-72 TNI, ia mengatakan TNI akan terus bersemangat mendukung program pemerintah. Ia juga mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan yang telah diberikan oleh segenap masyarakat baik di Kota ataupun Kabupaten Kediri, serta instansi terkait, sehingga sesui dengan harapan TNI kuat bersama rakyat.
Ia juga menambahkan, untuk sinerigistas itu tidak hanya di bidang pertanian, tapi seluruh bidang yang menyangkut nasib dan perbaikan masyarakat. Ia berharap, TNI ke depan akan semakin dekat dengan rakyat dan kuat bersama rakyat.(*) Editor: Endang Sukarelawati
Sumber. antarajatim