Akhir-akhir ini beberapa partai mengalami perpecahan di tubuh partainya, sebagaimana yang dialami PKB dan PPP, misalnya. Menurut Anda apakah penyebab perpecahan partai-partai politik tersebut? Apakah perpecahan tersebut....

Terhadap penyebab
munculnya konflik internal partai politik, lebih dari separuh (51%)
masyarakat meyakini bahwa perpecahan tersebut dikarenakan adanya campur
tangan pihak dari luar partai. Sementara hanya 33% yang mengungkapkan
penyebabnya murni berasal dari dalam partai.
Data ini menunjukkan
bahwa, masyarakat dalam memahami realitas konflik internal partai yang
terjadi, tidak lagi terpaku pada sesuatu yang tampak dipermukaan saja.
Artinya, mereka mencoba secara cermat membaca sesuatu di balik realitas yang
muncul di permukaan.•
Pengalaman kehidupan masa lalu tampaknya menjadi rujukan bahwa partai yang kuat -- dan dianggap membahayakan kelompok dominan atau status quo – kerap kali diintervensi dengan praktik politik “belah bambu”, sebagaimana pernah dilakukan pada Rezim Soeharto terhadap tubuh PDI, sehingga terpecah menjadi 2 (dua) versi, yakni PDI Budi Hardjono dan PDIP Megawati.
Tabel.1
Penyebab Perpecahan Internal Partai
Berdasarkan Afiliasi Partai Politik

Para pendukung partai
meyakini perpecahan internal partai yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan
adanya capur tangan pihak di luar partai bersangkutan. Kecenderungan
tersebut diungkapkan 70% pendukung Golkar, 63% pendukung PKB, 56% pendukung
PBB, 52% pendukung PDIP dan 53% pendukung Partai Keadilan
Sementara pendukung
PAN pendapatnya cenderung terbelah, 43% persen yakin disebabkan adanya
campur tangan pihak luar, dan 38% yang menjawab sebaliknya.
Hanya pendukung PPP yang sebagian besar (55%) yakin bahwa penyebab perpecahan tersebut berasal dari dalam tubuh partai bersangkutan.
Seandainya Anda anggota partai tersebut, partai manakah yang akan Anda dukung? Apakah PKB……

Seperti diketahui PKB
pecah menjadi 2 (dua) kepemimpinan, yakni PKB versi Alwi Syihab dan PKB
pimpinan Matori Abdul Jalil. Sedangkan PPP pecah menjadi PPP Hamzah Haz dan
PPP Reformasi pimpinan KH Zainudin MZ
Terhadap fenomena
perpecahan partai, nampak sekali masyarakat tidak ingin terseret arus. Dalam
kasus PKB, mayoritas (64%) mereka bersikap tidak mendukung kedua kubu yang
bertikai. Di luar itu,masing-masing Ketua Umum menedapatkan dukungan 14%