|
| PSDAL | CESDA | PENELITIAN | PHL | PT.PUSTAKA | PERPUSTAKAAN | |
|
Ketika model pembangunan alternatif diperkenalkan pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, LP3ES mulai memberi perhatian pada pengembangan sektor ekonomi skala kecil. Di wilayah perkotaan, pengembangan ekonomi skala kecil dan sektor informal dilakukan dengan mengembangkan sentra-sentra industri kecil, memberikan dampingan manajemen usaha kecil, pelatihan wirausaha, dan fasilitasi pemasaran produk-produk usaha kecil. Di wilayah pedesaan, dilakukan melalui program pengembangan sosial ekonomi melalui pesantren, dengan mengembangkan usaha-usaha ekonomi masyarakat sekitar pesantren, maupun melalui koperasi-koperasi esantren. Strategi dan pendekatan yang digunakan di dalam pengembangan ekonomi kerakyatan baik yang di perkotaan maupun di pedesaan bertumpu pada tiga strategi utama, yaitu (a) memperkuat sumber daya manusia, (b) memperkuat kelembagaan dan otoritas komunitas, dan (b) membangun skema kridit mikro yang dapat diakses oleh komunitas miskin (rakyat). Program pemberdayaan ekonomi kerakyatan di LP3ES, pada mulanya di lakukan oleh Program Pengembangan Usaha Kecil di wilayah perkotaan dan Program Pesantren untuk wilayah pedesaan. Sejak 1994, kedua program ini tergabung ke dalam Divisi Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat (PSEM). Visi dan mandat yang diberikan kepada PSEM adalah melakukan kajian, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial ekonomi, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Untuk melaksanakan mandat dan visinya, LP3ES membangun jaringan dengan organisasi sejenis, lembaga pemerintah, LSM internasional, swasta maupun lembaga donor internasional.
|