Monday, 06 September 2010 Home
MAJALAH PRISMA E-mail
Friday, 22 January 2010

PRISMA diterbitkan oleh LP3ES dan dimaksudkan sebagai media informasi dan forum pembahasan masalah pembangunan ekonomi, perkembangan sosial dan perubahan kultural di Indonesia dan sekitarnya. Sejak berhenti terbit pada tahun 1998, cukup lama para aktivis LP3ES menyimpan kegelisahan. ”Kami selalu merasa terteror,” kata Pemimpin Redaksi Prisma Daniel Dhakidae, setiap kali ditanya kapan Prisma terbit lagi. Akhirnya, ”teror” itu dijawab di Hotel Santika, Jakarta, 17 Juni lalu. Prisma terbit kembali.

Informasi mengenai Majalah PRISMA bisa menghubungi Eriko Sustia, LP3ES di Jl. S. Parman No. 81 Slipi Jakarta 11420 Telepon (6221) 567 4211 , Faks 568 3785. Selain di LP3ES, majalah PRISMA juga bisa didapatkan dI TOKO BUKU GRAMEDIA, TOKO BUKU GUNUNG AGUNG, TOKO BUKU TOGA MAS, TOKO BUKU SOCIAL AGENCY, TOKO BUKU LEKSIKA, TOKO BUKU URANUS, TOKO BUKU DI KOPMA-KOPMA KAMPUS.

 

 

ImageEDISI PERDANA (Vol. 28, No. 1, Juni 2009). Edisi ini terbit dengan tajuk ”Senjakala Kapitalisme & Krisis Demokrasi”. Dengan Topik tulisan antara lain:

1. Mengelola Kekayaan, kapital, dan Demokrasi. Penulis Daniel Dhakidae
2. Krisis Ekonomi Dunia dan Indonesia. Penulis Vedi R Hadiz
3. Requiem Dini, Krisis Financial dan krisis Demokrasi. Penulis Yudi Latif
4. Gagasan Manusia Indonesia dan Politik Kewargaan Indonesia Kontemporer. Penulis Robertus Robet
5. Dimensi Jender dalam Dinamika Migrasi Buruh Migran di Masa Krisis. Penulis Jalewari Pramodhawardani
6. Rekonsiliasi Ruang Publik; Anomali Dunia Penyiaran Pasca-2002. Penulis Agus Soedibyo
7. Intelektual dan Kondisi Politik. Penulis Rocky Gerung


Selain itu ada Esai yang di tulis oleh Daniel Dhakidae dengan judul "Menyapa Prisma yang Datang lagi". Dialog dengan Sri Mulyani Indrawati yang ditulis dengan judul "Carilah Keseimbangan antara Peran Negara dan Pasar". Pembahasan Survei "Partai Politik di persimpangan Jalan" oleh Daniel Dhakidae. Laporan Daerah oleh Rizwan Haji Ali dan Nezar Patria yang tulis dengan judul "Dari senjata Ke Kotak Suara". Dan terakhir resensi buku "Peta Faksi Modal Nuansa Kolonial" oleh I Gusti Agung Anom Astika.


ImageEDISI KEDUA (Vol. 28, No. 2, Oktober 2009). Edisi ini terbit dengan tajuk " Menuju Indonesia Masa Depan".  Dengan Topik tulisan antara lain:

1. Pulau-palau Tak Bernama di Nusantara, Penulis. Daniel Dhakidae
2. Menguatnya Kartel Politik Para “Bos”, Penulis. Anotonius Made, Tony Supriatma
3. Budaya Pop Indonesia Kehangatan Seusai prang Dingin, Penulis. Ariel Heryanto
4. Refleksi Kritis Manusia Indonesia, Penulis. Dede Oetomo
5. Menuju Kemandirian Ekonomi Indonesia, Penulis. M. Dawam Raharjo


Selain itu ada Esai yang ditulis oleh Daniel Dhakidae dengan judul "Hubungan Cinta-Benci antara Indonesia dan Malaysia". Dialog dengan Franz Magnis-Suseno yang ditulis dengan judul "Kita Butuh Proyeksi Besar Cita-cita Bangsa". Pembahasan Survei "Perbankan Indonesia di Tengah Turbulensi Ekonomi Global" oleh A. Tony Prasetiantono. Laporan Daerah oleh Amiruddin Al Rahab yang ditulis dengan judul "Papau dalam Sengketa Separatis". Dan terakhir Resensi Buku "Membicarkan Indonesia" Oleh Andi Achdian.

 

ImageEDISI KETIGA (Vol. 29, No. 1, Januari 2010). Edisi ini terbit dengan tajuk " Meninjau Kembali Pertahanan Indonesia". Dengan topik antara lain:

1. Hak Milik, Pertahanan, dan Perang. Penulis Daniel Dhakidae
2. Evolusi Doktrin Pertahanan Indonesia, 1945-1998. Penulis Andi Widjajanto
3. Dinamika Konsep Pertahanan Era Reformasi. Penulis Riefqi Muna
4. Ekonomi Pertahanan Indonesia. Penulis Makmur Keliat
5. Membangun Kekuatan Sistem Pertahanan dan Postur TNI. Penulis Connie Rahakundini Bakrie

Selain itu ada Esai yang ditulis oleh Daniel Dhakidae dengan judul "Oentoek Indonesia Raja". Dialog dengan Agus Widjojo yang ditulis dengan judul Reformasi Pertahanan “Berdarah Biru”. Pembahasan Survei "Problem dan Masa Depan Sektor Pertahanan" oleh Rahadi T Wiratama. Laporan Daerah oleh Dwi Setyo Irawanto yang ditulis dengan judul "Membangunkan Raksasa Tidur Jawa Selatan". Pada Edisi ini juga terdapat artikel yang ditulis oleh Nur Iman Subono dengan judul Jalan “Kiri” Amerika Latin: Sebuah Era Baru?. Dan terakhir Resensi buku "Generasi yang (Nyaris) Hilang oleh Aris Santoso dan buku Laut di Antara Berkah dan Kutukan oleh Yuda Benharry Tangkilisan.