|
Latar
belakang dan tujuan: Embrio lembaga yang berdiri pada 10 Oktober
1990 ini dimulai sejak 1987, berangkat dari keprihatinan terhadap
kondisi sosial dan ekonomi keluarga miskin di pedesaan dan perkotaan.
Keberhasilan revolusi hijau memberikan dampak surplus tenaga kerja
di kalangan masyarakat petani. Di sisi lain, terjadi penyempitan
lahan pertanian sehingga mengakibatkan pengangguran, penurunan
tingkat pendapatan keluarga, pertambahan angka putus sekolah dan
urbanisasi. Tujuan lembaga ini adalah memperluas kesempatan kerja
melalui pengembangan kerajinan, meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan pengrajin kecil, mendorong tumbuhnya jaringan kerja
produksi dan pemasaran kerajinan rakyat produk pengrajin kecil, serta
mendorong tumbuhnya jaringan kerja permodalan antara lembaga ini dan
pengrajin.
Bidang
dan bentuk kegiatan: Bidang kegiatan utama adalah gender, usaha
kecil dan perkoperasian serta pemasaran dan pengembangan pengrajin,
yang ditunjang gender dan lingkungan hidup. Bentuk kegiatan utama
adalah pendidikan dan pelatihan, pengembangan dan pendampingan
masyarakat, serta pemasaran. Sementara bentuk kegiatan penunjang
adalah penerbitan dan publikasi serta perkreditan.
Program:
Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan, dan layak pasar, pendampingan
pengrajin, dan pameran handicraft.
Publikasi:
Menerbitkan buletin Semar.
Sumber
dana: Selain dari bantuan berupa subsidi pemerintah (PT Pos dan
Giro, Departemen Perindustrian dan Perdagangan), juga hibah
lembaga-lembaga internasional (OXFAM dan USAID), bantuan badan-badan
dalam negeri non pemerintah (USC, YAPIKA, dan OXFAM), serta pendapatan
dari jasa kerja sama dengan pihak lain.
Keanggotaan
dan wilayah kerja: Di tingkat regional, tergabung dalam Kadinda
dan ASEPHI, juga masuk dalam Forum LSM/LPSM DIY. Pada tingkat nasional
menjadi anggota Konsorsium Fair Trade serta PLIP Mitra Wacana.
Staf:
Lembaga ini mempunyai 18 orang staf tetap dan 3 orang staf tidak
tetap. Dilihat dari fungsinya, ada 7 orang tenaga profesional dan 7
orang staf administrasi.
|
|
Background
and purpose: The embryo of the foundation, which was founded on 10
October 1990, came up in 1987. incited by the concerns about the
social and economic condition of poor families in rural and urban
areas. The success of the green revolution had caused a surplus of
manpower in the community of farmers. On the other hand, farming land
was decreasing. All this resulted in unemployment, a fall in family
incomes, an increase in the number of students dropping out from
schools who then moved to find jobs in urban areas. Nearly similar
situation was faced by low-income earning families in urban areas.
Against this backdrop, APIKRI aims to increase job opportunities by
developing craft industries; increasing of the income and welfare of
small craftsmen; encouraging the growth of networks for producing and
marketing craft industrial items; and encouraging the growth of
capital networks between APIKRI and craftsmen.
Area
and form of activities: APIKRI’s main fields of activity are
gender, small enterprises and cooperatives, and the marketing of craft
industrial products and the development of artisans. Meanwhile, its
supporting fields of activities are gender and environment. The forms
of the main fields of activity are education and training, community
development and facilitation, publication and credit provision.
Program:
Aside from the construction of buildings and their facilities,
activities carried out by Yayasan APIKRI were exhibitions of export
products, contests of the creation of tradable craft industrial
products, facilitation of craftsmen, and handicraft expose.
Publication:
The foundation periodically publishes Semar bulletin.
Funding
sources: APIKRI gets subsidy funds from the government (PT Pos
dan Giro, Ministry of Industry and Trade), and grants from
international funding agencies (OXFAM and USAID), and assistance funds
from domestic non-government organizations like USC, YAPIKA and
OXFAM, and also from the remuneration of projects APIKRI carries out
together with other parties.
Membership
and working area: The foundation is associated with Kadinda
(provincial office of the Chamber of Commerce and Industry) and
ASEPHI. Also, it is a member of Yogyakarta’s NGOS Forum. At the
national level, APIKRI is a member of the Consortium of Fair Trade,
and PLIP Mitra Kencana.
Staff:
APIKRI has 18 full-time and 3 part-time staff members. According to
their function, they include 7 professional and 7 administration
workers.
|