|
Latar
belakang dan tujuan: Pada mulanya organisasi yang berdiri pada 12
Maret 1995 ini lebih banyak terlibat pada budi daya jamur. Tetapi
karena pendampingan yang dilakukan Departemen Pertanian ternyata tidak
memadai --karena memiliki keterbatasan tertentu-- maka beberapa orang
yang berkumpul dalam YASBIDHU kemudian ikut dilibatkan untuk melakukan
pendampingan terhadap masyarakat tani, terutama dalam soal
infrastruktur pertanian jamur, terbentuknya kelompok tani, dan
sebagainya. Tujuan lembaga ini lebih pada pengembangan ekonomi
masyarakat desa, terutama petani, baik kesejahteraan ekonomi maupun
sosial budaya. Sedangkan tujuan lain lembaga ini adalah mengembangkan
dan membina petani menjadi kelompok masyarakat yang mandiri dan
memiliki posisi tawar tinggi melalui koperasi, mengembangkan
pengetahuan, motivasi dan keterampilan petani, serta mengembangkan
kesejahteraan masyarakat nonpetani melalui pelatihan dan alternatif
lapangan kerja.
Bidang
dan bentuk kegiatan: Sasaran utama lembaga ini adalah pertanian
serta usaha kecil dan perkoperasian, yang ditunjang oleh bidang-bidang
kegiatan sektor informal, hutan kemasyarakatan, serta peternakan.
Studi, penelitian, survai, pendidikan dan pelatihan, pengembangan dan
pendampingan masyarakat merupakan bentuk kegiatan utama lembaga ini,
sementara advokasi, seminar, diskusi, lokakarya, dan perkreditan
dimasukkan sebagai kegiatan penunjang.
Program:
Pernah mengembangkan budidaya jamur, dan secara teratur memberi
bantuan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu.
Sumber
dana: Salah satu sumber pendanaan terpenting adalah iuran dan
sumbangan anggota, di samping pendapatan dari jasa kerja sama dengan
pihak lain.
Keanggotaan
dan wilayah kerja: Tercatat sebagai anggota Forum LSM DIY. Wilayah
kerjanya meliputi Daerah Istimewa Yogyakarta.
|
|
Background
and purpose: Initially, the organization, which was founded on 12
March 1995, was mainly involved in mushroom growing. But, because the
facilitation of the Ministry of Agriculture was not adequate due to
certain constraints, some activists of YASBIDHU then got involved in
the facilitation of farmers, notably in the development of mushroom
growing infrastructure; the formation of farmers groups; and so on.
The main purpose of the foundation is to develop the economy and the
social welfare of the rural people, notably farmers. Other aims of the
organizations are the development and education of farmers so that
they become self-reliant and have stronger bargaining power through
cooperatives; the development of farmers’ knowledge, motivation and
skills; and the development of the welfare of non-farmer rural people
through training and the creation of alternative job opportunities.
Area
and form of activities: YASBIDHU focuses on agriculture and small
enterprises and cooperatives, which are supported by the fields of
informal sector, community forest, and animal husbandry. Study,
research, survey, education and training, community development and
facilitation are the forms of its main fields of activity, while
advocacy, seminar, discussion, workshop and credit provision are the
forms of its supporting fields of activity.
Program:
The foundation has carried out mushroom growing projects. Also, it has
regularly provided scholarships for children from economically weak
families.
Funding
sources: Membership dues and donations are YASBIDHU’s main
source of revenues. Its revenues also come from the remuneration for
the projects it carries out together with other parties.
Membership
and working area: The foundation is a member of Yogyakarta’s
NGOs Forum, and it operates in Yogyakarta Special Territory.
|