|
Latar
belakang dan tujuan: Minimnya lembaga pendidikan formal yang juga
sering tidak terjangkau, dan tidak memiliki wawasan sosial, telah
mendorong didirikannya Yayasan Pendidikan Wali Songo. Lembaga ini
dimaksudkan sebagai lembaga pendidikan alternatif yang terjangkau, dan
langsung memiliki unit pengembangan masyarakat. Lahir pada 9 September
1991, lembaga ini bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan
masyarakat melalui pendidikan, sehingga memungkinkan mereka untuk
memperoleh kesempatan yang sama dalam memperoleh kesejahteraan.
Bidang
dan bentuk kegiatan: Bidang kegiatan utama lembaga ini adalah
pendidikan dan kajian agama, selain itu juga mengembangkan usaha kecil
dan perkoperasian, dan peternakan, sebagai penunjang. Bidang-bidang
kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk kegiatan utama: pendidikan
dan pelatihan, pengembangan dan pendampingan masyarakat. Sedangkan
bentuk kegiatan penunjangnya seminar, diskusi dan lokakarya.
Program:
Di antara program-program yang pernah dilakukan lembaga ini adalah
budidaya jamur merang dan pengembangan koperasi.
Sumber
dana: Dana lembaga ini terutama dari iuran anggota, sumbangan dari
pemerintah khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas, Dinas
Peternakan, dan Departemen Tenaga Kerja. Juga mendapat sumbangan dari
lembaga dalam negeri nonpemerintah seperti YAPPIKA, Bina Desa dan
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), serta pendapatan dari jasa
kerjasama dengan pihak lain.
Keanggotaan
dan wilayah kerja: Lembaga ini masuk dalam jaringan regional: Forum
Pengembangan Swadaya Masyarakat (FPLSM) Sumatera Selatan. Di tingkat
nasional menjadi anggota dari Badan Musyawarah Bina Desa. Sedangkan
wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Musi Rawas .
Staf:
Yayasan ini memiliki 1 orang staf tetap, 1 orang staf tidak tetap, 1
orang staf profesional dan 1 orang staf administrasi.
|
|
Background
and purpose: The minimal number of formal education institutes, and
the fact that these institutes are also often unattainable and are not
social oriented, have pushed the establishment of the Wali Songo
Education Foundation. The institute is meant to be an alternative
educational institute, attainable and possessing a unit for community
development. Established on September 9th, 1991, the institute aims to
improve the quality of community life through education, so as to
enable them to get equal opportunity to obtain welfare.
Area
and form of activities: The main fields of activity of the institute
are organizing education and studying religion, in addition whereto
development of small scale businesses and cooperatives, and animal
husbandry are support activities. Said fields of activity are operated
in the form of education and training, community development and
assistance (main form of activity). Others are also seminars,
discussions and workshops (support form of activity).
Program:
Among the programs previously undertaken by the institute are among
other the following recorded: paddy mushroom cultivation and
development of cooperatives.
Funding
sources: The funds for the activities are mainly obtained from member
fees, contributions from the government, in particular the Regional
Government of the Musi Rawas Regency, the Animal Husbandry Service and
the Department of Manpower, and also donations from domestic non
government institutions such as YAPPIKA, Bina Desa and the Dewan
Dakwah Islamiyah Indonesia or DDH (Indonesian Islamic Missionary
Board) and income from cooperation services with other parties.
Membership
and working area: The institute has joined the regional network, the
South Sumatra Forum for Development of Community Self-Reliance
(FPLSM). At national level the institute is a member of the Bina Desa
conference body. The working area covers the Regency of Musi Rawas.
Staff:
The Foundation is managed by one permanent staff member, 1
non-permanent staff member, 1 professional staff and 1 administrative
staff member.
|