|
Latar
belakang dan tujuan: Lembaga ini didirikan oleh orang-orang yang
awalnya memang aktif di bidang cinta alam. Melihat kondisi lingkungan
alam khususnya di Sumatera Selatan, mereka menganggap perlunya lembaga
formal agar dapat bergerak lebih terkoordinasi dan berkesinambungan.
Tujuan lembaga ini secara umum adalah membina anggota organisasi yang
memiliki loyalitas terhadap organisasi, mewujudkan rasa cinta dan
aktif memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup, serta
meningkatkan peranserta masyarakat dalam upaya pemanfaatan dan
kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Bidang
dan bidang kegiatan: Bidang kegiatan utama lembaga ini adalah
lingkungan hidup dan hutan kemasyarakatan. Selain itu juga ditunjang
dengan kegiatan lain, seperti pertanian dan kepemudaan. Kegiatan
tersebut utamanya dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: pendidikan dan
pelatihan, yang ditunjang dengan studi, penelitian, survai,
pendampingan masyarakat dan seminar.
Program:
Lembaga ini pernah melakukan berbagai program, di antaranya
penghijauan Pulau Kerto, pelatihan konservasi dan advokasi lingkungan.
Publikasi:
Menerbitkan Buletin Lestari.
Sumber
dana: Selain iuran para anggota dan pendapatan dari kerjasama
proyek dengan lembaga lain, sumber dana lembaga ini berasal dari
institusi pemerintah seperti Kantor Wilayah Kehutanan, dan lembaga
dalam negeri non pemerintah misalnya WALHI Sumatera Selatan, ICEL,
serta lembaga internasional seperti P-Fzer.
Keangotaan
dan wilayah kerja: Secara regional lembaga ini masuk dalam
jaringan FKKPA, FK3I, FPTI Sumatera Selatan dan WALHI Sumatera
Selatan. Sementara di tingkat nasional merupakan jaringan FAJI, FPTI,
WALHI, BIOFORUM, ICEL dan FK3I. Sedangkan wilayah kerjanya meliputi
seluruh Propinsi Sumatera Selatan.
Staf
: Lembaga ini dikelola oleh 7 orang staf tetap.
|
|
Background
and purpose: The institute was established by people who in the
beginning were actually active in the field of nature lovers. Seeing
the condition of the natural environment, in particular in South
Sumatra, they deemed a formal institute as necessary in order to move
better coordinated and continuously. The aim of the institute is, in
general, to develop the members of the organization to be loyal to the
organization, to realize their love and to actively maintain
conservation of nature and the living environment, and to enhance
participation of the community in the efforts of utilizing and
conserving the natural resources and the living environment.
Area
and form of activities: In line with the background and the aim,
the institute selected the living environment and community forests as
its main field of activity. In addition, this is also supported by
other activities such as agriculture and youth affairs. Said
activities are in particular undertaken in the form of education and
training, which is supported by study, research, survey, community
assistance and seminars.
Program:
The institute has undertaken various programs, among others the
greening of Kerto Island, conservation training and environmental
advocacy.
Publications:
Publishes the Lestari Bulletin.
Funding
sources: In addition to contributions from the members and income
from project cooperation with other institutions, the financial
sources of the institute originate from government agencies such as
the Forestry District Office, and domestic non government institutions
such as South Sumatra WALHI, ICEL and international institutes such as
P-FZER.
Membership
and working area: At regional level the institute is included in
the networks of FKKPA, FK3I, South Sumatra FPTI, and South Sumatra
WALHI. Meanwhile at national level it fits in the networks of FAJI,
FPTI, WALHI, BIOFORUM, ICEL and FK3I. At present the working area of
the institute covers the whole province of South Sumatra.
Staff:
The institute is managed by 7 permanent staff members.
|