|
Latar
belakang dan tujuan: Lembaga yang berdiri pada 27 September 1989 ini
dibentuk berdasarkan rasa prihatin terhadap sumber daya alam yang
melimpah di Indonesia Timur, namun karena sumberdaya manusianya belum
memadai, sehingga tidak bisa dikelola oleh masyarakat setempat yang
masih terbelakang dan miskin . Karena itu didirikannya lembaga ini
bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kecerdasan dan
kesejahteraan masyarakat, dengan memperluas kesempatan kerja serta
menggalang partisipasi masyarakat lebih besar terhadap berbagai masalah sosial ekonomi dan lingkungan
hidup.
Bidang
dan bentuk kegiatan: Bidang kegiatan utama lembaga ini adalah
pengembangan usaha kecil dan koperasi, serta sektor perkotan. Kemudian
ditunjang dengan pengembangan dan pelestarian lingkungan hidup, hutan
kemasyarakatan dan pengembangan demokrasi. Sedangkan bentuk
kegiatannya adalah pendidikan dan latihan serta pendampingan masyarakat.
Program:
Lembaga ini telah melakukan berbagai macam program, di antaranya
pendirian usaha kecil genteng semen ijuk, pengadaan sarana
transportasi produksi genteng untuk pemasaran, pemberdayaan
partisipasi politik masyarakat pedesaan.
Sumber
dana: Dana kegiatan diperoleh dari bantuan hibah dari lembaga
internasional (seperti SDC, Canada Fund) dari lembaga dalam negeri non
pemerintah seperti Yayasan Bina Desa, serta hasil kerja sama proyek
dengan pihak lain, juga dari unit usaha produktif LPTP sendiri.
Keanggotaan
dan wilayah kerja: Lembaga ini masuk dalam jaringan organisasi
regional, Forum Petaupan Katouan. Sedangkan wilayah kerjanya meliputi
Propinsi Sulawesi Utara dan beberapa daerah lain seperti,
Ternate, Halmahera, Manokwari dan Fakfak
Staf:
Lembaga ini dikelola oleh 14 orang staf tetap dan 5 orang staf tidak
tetap, yang terdiri dari 10 orang tenaga ahli dan 4 orang tenaga
administrasi.
|
|
Background
and purpose: This foundation which was set up on September 17, 1989
was formed over the concerns of the rich natural resources in the East
of Indonesia. But by reason of the lack of human resources it became
impossible for the poor and left behind local community to manage it.
This foundation is intended to increase the standard of living and the
intellectuality as well as the welfare of the community by broadening
the jobs opportunity as well as to gather more participation from the
community in order to face many socio-economic and environmental
problems.
Field
and form of activities: The main activities of this institute are
small businesses and cooperatives development along with the urban
sectors. They also have programs of development and preservation of
environment, community forest as well as democracy development. Its
forms are education and training along with community assistance.
Program:
Since the beginning this institute has done various programs such as
forming small businesses of rooftile, providing transportation for the
rooftile production marketing and rural community political
participation.
Funding
sources: The funding is collected from financial help of international
institutions like SDC, Canada Fund as well as of domestic
non-governmental institutions like Yayasan Bina Desa along with the
income of cooperative projects with other parties. They also have some
from the productive business unit of their own institute.
Membership
and working area: This institute links to the regional organization
network of Petaupan Katouan Forum. It covers North Sulawesi province
and several areas like Ternate, Halmahera, Manokwari and Fakfak.
Staff:
This institute is organized by 14 full-time and 5 part-time workers;
ten of them are professionals and 4 others are administrative staffs.
|