|
Latar belakang dan
tujuan:
Melihat masyarakat yang pada dasarnya mempunyai potensi yang besar
dalam pengembangan ekonomi lokal, tetapi dalam kenyataannya tidak
memperoleh apa-apa dari sumber daya ekonomi yang tersedia, mendorong
berdirinya Yayasan Katopasa Indonesia (YKI) pada 2 Juli 1996. Yayasan
ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, melalui
kegiatan konservasi lingkungan hidup, peningkatan gizi masyarakat
serta pengembangan pertamanan kota dan rumah tangga.
Bidang dan bentuk
kegiatan:
Bidang kegiatan utama lembaga ini adalah pengembangan dan konservasi
lingkungan serta penyuluhan kesehatan, selain pengembangan sektor
perkotaan. Kemudian masih ditunjang dengan kegiatan seperti kependudukan
dan KB, pengembangan hutan kemasyarakatan dan pendidikan demokrasi.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penelitian dan survai, pendidikan
dan pelatihan , pendampingan masyarakat serta ditunjang dengan
kegiatan seperti advokasi.
Program: Lembaga ini telah
melakukan berbagai program, di antaranya Seminar tentang hubungan TNI
dan Polri, Pertemuan Nasional Kelompok Peduli Kesenian dan Budaya,
lokakarya lahan kritis, kampanye pemahaman gender, pelatihan plat form
LSM di Sulawesi Tengah.
Sumber
dana: Dana lembaga ini
bersumber dari subsidi pemerintah (seperti Departemen Kehutanan dan
Perkebunan dan Bappedal), hibah dari lembaga internasional (seperti
NRM, TNC dan CEPI), serta bantuan dari lembaga dalam negeri non
pemerintah (seperti dari GSM, KRKP), dan beberapa yayasan sosial
setempat.
Keanggotaan dan wilayah
kerja:
Lembaga ini masuk dalam jaringan regional Forum Komunikasi TN Lore
Lindu dan lembaga nasional WALHI. Sedangkan wilayah kerjanya meliputi
kawasan Sulawesi Tengah.
Staf: Yayasan ini dikelola oleh
beberapa orang dengan kategori 7 orang staf tetap, 10 orang staf tidak
tetap dan 7 orang tenaga ahli serta 4 orang tenaga administrasi.
|
|
Background and
purpose: Knowing that the community has in fact potentials in
developing local economy but they receive nothing from the existing
economy resources are the reasons to set up this foundation. It was
formed on July 2, 1996 and has goals to create an independent
community through activities such as environment conservation,
nutrition improvement and development of city’s and home’s garden.
Area and form of
activities: Development and
conservation of environment and health counseling are the main
activities along with the development of urban sector. It is also
supported by activities like population and family planning, community
forest development and cooperative education. The forms of the
activities are researches and surveys, education and training,
community assistance as well as advocacy.
Program: Katopasa Foundation has so far conducted
various programs such as seminar on the relation of the National Army
and the Police, National Encounter of People Concerned about Art and
Culture, workshop on critical land, gender comprehension, training on
NGOs platform in Central Sulawesi.
Funding
sources: The funding of this foundation
has been among others the government subsidies coming from Forestry
Department and Bappedal, grants from international agencies like NRM,
TNC and CEPI. They also get donations from domestic non-governmental
institutions such as GSM, KRKP and some local social institutions.
Membership and working
area: This foundation is
part of a regional network of Forum Komuniksi TN Lore Lindu and
national institution of WALHI. It covers the Central Sulawesi areas.
Staff: This foundation is organized by 7
full-time and 10 part-time staffs along with 7 experts and 4
administrative staffs.
|