|
Latar
Belakang dan Tujuan: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
Sulawesi Tengah (WALHI Sulawesi Tengah) berawal dari PNLH di
Sudiang Makassar yang membuat rekomendasi untuk mendirikan Forum
Daerah di setiap propinsi. Sejak saat itu, FORDA WALHI Sulawesi Utara
dan Sulawesi Tengah dibagi menjadi dua, dan berdirilah WALHI Sulawesi
Tengah.
Tujuan
WALHI Sulawesi Tengah di antaranya: (1) ikut mendorong
pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan rakyat;
(2) membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan
lingkungan; (3)
meningkatkan peranserta rakyat dalam proses pengambilan keputusan
pembangunan, pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam; (4)
berperan sebagai back-up politik; dan (5) melakukan kegiatan di level
akar rumput.
Bidang
dan bentuk kegiatan: Bidang kegiatan utama lembaga ini meliputi
pengembangan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan perlindungan
masyarakat adat. Sedangkan kegiatan penunjangnya adalah pendidikan
kewarganegaraan, hak asasi manusia, demokrasi, dan hak-hak masyarakat
adat, serta kelautan, agraria dan otonomi daerah. Bidang-bidang
tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan:
pendampingan masyarakat, dan advokasi, yang ditunjang studi,
penelitian, survai, seminar, diskusi dan penerbitan.
Program:
Berbagai program yang pernah dilakukan adalah program civic education,
penguatan masyarakat adat, penguatan dan promosi demokrasi dan HAM,
dialog kebijakan otonomi daerah dan hubungannya dengan sumber daya
alam dan lingkungan.
Publikasi:
Menerbitkan buletin NAKUYA MUNI
Sumber
dana: Lembaga ini mendapatkan
hibah dari
beberapa lembaga dana (seperti INPI-PACT dan IRRI-PACT), dan USAID.
Keanggotaan
dan wilayah kerja: Lembaga ini merupakan bagian dari WALHI
nasional, selain menjadi anggota lembaga internasional: Friend of the
Earth Indonesia. Wilayah kerjanya mencakup seluruh kabupaten dan
kotamadya: Palu, Donggala, Toli-Toli, Poso, Morowali dan
Luwuk.
Staf:
Lembaga ini memiliki 4 orang
staf tetap dan 2 orang
staf tidak tetap, ditambah 2 orang staf profesional dan seorang staf
administrasi.
|
|
Background
and purpose: Indonesian Forum for Environment of Central Sulawesi
started from PNLH in Suding, Makassar, which recommended that every
province must have a forum. Since then Regional Forum of North and
Central Sulawesi are divided into two and hence the Forum for
Environment of Central Sulawesi. The forum has several goals such as
(1) to help create a process of development which improve people’s
welfare; (2) building people's awareness in managing natural resources
and environment (3) increasing people’s participation in the process
of decision-making for environment and natural resources management
(4) provide political back-up (5) to act at grass-root level.
Area
and form of activities: The main activities of this institution
are to develop and to manage environment conserve and indigenous
community rights. They have also done various supporting activities
such as civic education, and indigenous community empowerment on the
issues of marine, agriculture and regional autonomy. This institution
provides advocacy both environment as well as rights of indigenous
people. They have also completed some studies, surveys, seminars, and
periodic publications.
Program:
This institution has so far done civic education programs, indigenous
people strengthening, democracy and human rights promotion, and
dialogues on regional autonomy policy.
Publication:
They publish a bulletin called NAKUYA MUNI
Funding
sources: They get funding from institutions such as INPI-PACT and
IRRI-PACT as well as USAID.
Membership
and working area: This institution is a part of national
Indonesian Forum for Environment and also a member of Friend of the
Earth Indonesia. Its working area includes Palu, Donggala, Toli-Toli,
Poso, Marowali and Luwuk.
Staff:
This institution has 4 full-time and 2 part-time staffs, 2
professionals and 1 administrative staff.
|