|
Latar belakang dan
tujuan: Yayasan Tunas Alam
Indonesia disingkat SANTAI berdiri atas dasar keprihatinannya terhadap
ketidaksejahteraan anak-anak di Nusa Tenggara Barat. Lembaga yang
dibentuk pada tanggal 17 Maret 1988 bertujuan untuk menciptakan
manusia Indonesia yang berkualitas dan memiliki kecakapan analisis
yang tajam, cerdas, arif dan kreatif.
Bidang dan bentuk
kegiatan: Bidang kegiatan utama
lembaga ini adalah anak dan pendidikan. Sementara bidang-bidang
pertanian, sektor informal, usaha kecil dan perkoperasian, pembangunan
perkotaan, buruh dan tenaga kerja, kesehatan, air bersih dan sanitasi,
wanita, gender, hukum, hak asasi manusia, demokrasi dan lingkungan
hidup merupakan bidang kegiatan penunjang. Bidang-bidang kegiatan
tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan: studi, penelitian, survai,
pendidikan dan pelatihan, pengembangan dan pendampingan masyarakat,
penerbitan dan publikasi, advokasi juga seminar, diskusi dan
lokakarya. Sedangkan program perkreditan merupakan bentuk kegiatan
penunjang.
Program: Beberapa program yang dilaksanakan dalam
kurun waktu 5 tahun terakhir di antaranya pembinaan koperasi,
pendidikan alternatif bagi anak dan masyarakat, pengembangan ekonomi
kelompok perempuan, dan lomba lukis dan pameran lingkungan pariwisata.
Publikasi: Menerbitkan Buletin Korak (Komunikasi
Rakyat) dan Buletin Geram (Gerakan Anak Merdeka).
Sumber
dana: Selain dari jasa kerja sama dan
proyek dengan pihak lain, lembaga ini juga mendapatkan bantuan dari
Dinas Pekerjaan Umum, TDH, PSW Universitas Mataram dan KEHATI.
Keanggotaan dan wilayah
kerja: Lembaga ini
menjadi anggota dalam organisasi SAMUDRA, KKGOT, Konsorsium Anak
Dilacurkan, Konsorsium Anak Jalanan, WALHI, YASPPUK dan KPMDNT.
Wilayah kerjanya mencakup Pulau Lombok.
Staf: Yayasan ini memiliki staf 7 orang.
|
|
Background and
purpose: Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) was established based
on its founders’ concerns over the poor condition of children in
West Nusa Tenggara. Incepted on 17 March 1988, SANTAI aims to create
quality Indonesians who have sharp analyzing capabilities, and who are
intelligent, wise and creative.
Area and form of
activities: The foundation’s
main field of activity is education. Meanwhile, agriculture, informal
sector, small enterprises and cooperatives, urban development,
laborers and manpower, healthcare, clean water and sanitation, women,
gender, law, human rights, democracy and environment are its
supporting fields. Activities in those fields are carried out in the
forms of study, research, survey, education and training, community
development and facilitation, publication, advocacy, and seminar,
discussion and workshop.
Program: Over the past five years, the programs
carried out have been the development of cooperatives, alternative
education for children and the community, the development of women’s
economy, painting contests and exhibitions on environment and tourism.
Publication: SANTAI publishes Korak and Geram
bulletins.
Funding
sources: Aside from the remuneration for
the projects it carries out together with other parties, SANTAI gets
assistance funds from the Office of Public Works, TDH, Mataram
University’s PSW, and KEHATI.
Membership and Working
Area: The foundation is a
member of SAMUDRA, KKGPT, Consortium on Child Prostitutes, WALHI,
YASPPUK and KPMDNT. Its area of operation covers the island of Lombok.
Staff: SANTAI presently has 7 staff members.
|