|
Latar belakang dan
tujuan: Awalnya Yayasan
Bhineka Swadaya (YBS) didirikan untuk melanjutkan kegiatan proyek
HIVOS. Akan tetapi selain itu juga karena keprihatinan para pendiri
terhadap ketakberdayaan masyarakat lemah, menjadi faktor yang lebih
utama. Lembaga yang lahir tanggal 29 September 1985 ini tujuannya
adalah memberantas kemiskinan, keterbelakangan, kemunduran dan
kebodohan untuk menciptakan kesejahteraan sosial masyarakat, seperti
yang di cita-citakan oleh pembangunan nasional.
Bidang dan bentuk
kegiatan: Bidang kegiatan utama
lembaga ini adalah usaha kecil dan koperasi, sektor informal,
pertanian, peternakan, kelautan dan pertanian, lingkungan hidup, hutan
kemasyarakatan dan hukum. Sementara bidang hak asasi manusia,
demokrasi, wanita, dan buruh/ketenagakerjaan merupakan bidang kegiatan
penunjangnya. Semua bidang kegiatan tersebut diwujudkan dalam bentuk
kegiatan: pengembangan dan pendampingan masyarakat, advokasi dan
penyelenggaraan perkreditan. Sedangkan studi, penelitian, survai,
pendidikan dan pelatihan serta seminar, diskusi dan lokakarya
merupakan bentuk kegiatan penunjang.
Program: Program yang pernah dilakukan adalah
pertanian terpadu, agroforestry dan Rural Business Service.
Sumber
dana: Selain dari iuran dan sumbangan
anggota, lembaga ini juga mendapatkan bantuan dana dari Perusahaan
Listrik Negara dan lembaga internasional FADO.
Keanggotaan dan wilayah
kerja: Lembaga ini
menjadi anggota organisasi FORMASI, NFTA, FSOR, JAKAD dan NTUDC.
Wilayah kerjanya meliputi Nusa Tenggara Barat.
Staf: Yayasan ini digerakkan oleh 17 orang staf,
terdiri 4 staf tetap, 13 staf tidak tetap. Dari segi fungsinya, 15
staf profesional dan 2 staf administrasi.
|
|
Background and
purpose: Initially, the establishment of Yayasan Bhineka Swadaya (YBS)
was meant to continue the projects of HIVOS. The main reason behind
its inception was its founders’ concerns over the powerlessness of
certain groups of people in the community. Set up on 29 September
1985, YBS aims to alleviate poverty, and eliminate backwardness and
ignorance so as to create social welfare for the community as aspired
by the national development.
Area and form of
activities: The foundation
carries out activities mainly in the fields of small enterprises and
cooperatives, informal sector, agriculture, cattle breeding, marine
development and agriculture, environment, community forest and law.
Meanwhile, human rights, democracy, women in development, laborers and
manpower are its supporting fields of activity. All activities in
those fields are carried out in the form community development and
facilitation, advocacy and credit provision. Meanwhile, study,
research, survey, education and training, and seminar, discussion and
workshop are activities carried out in the supporting fields.
Program: YBS has implemented programs which dealt
with integrated farming, agroforestry, and rural business service.
Funding sources: In addition to the remuneration
for the projects it carries out together with other parties, Bhineka
Swadaya gets assistance funds from State Electricity Company (PLN) and
from an international funding agency, FADO.
Membership and Working
Area: Bhineka Swadaya is a
member of FORMASI, NFTA, FSOR, JAKAD and NTUDC. It operates in West
Nusa Tenggara.
Staff: To date, the foundation has 17 staff
members, who are comprised of 4 full-time and 14 part-time workers.
They are comprised of 15 professional and 2 administration workers.
|