|
Latar
belakang dan tujuan: Embrio lembaga ini adalah perkumpulan
mahasiswa pencinta alam. Namun dengan beberapa pertimbangan maka
didirikanlah Alam Lingkungan Antisipasi dan Solusi atau ALAS pada 27
Maret 1998. Tujuannya adalah untuk membantu pemerintah dalam
membangun manusia Indonesia seutuhnya, baik mental, spiritual maupun
sikap positif masyarakat. Juga untuk menciptakan suasana
kekeluargaan antar lapisan masyarakat dalam segala usaha pembangunan,
serta mendorong peranan aktif masyarakat agar sadar dan peduli
menjaga kelestarian alam lingkungan.
Bidang
dan bentuk kegiatan: Bidang kegiatan utama lembaga ini adalah
lingkungan hidup, hutan kemasyarakatan, dan kelautan/perikanan. Juga
melakukan bidang kegiatan lain sebagai penunjang, yakni pertanian,
peternakan, kesehatan, air bersih dan sanitasi, sektor informal, dan
anak. Sedangkan bentuk-bentuk kegiatannya antara lain studi,
penelitian, atau survai, penerbitan dan publikasi, pendidikan dan
pelatihan, pengembangan dan pendampingan masyarakat, serta advokasi
(utama). Sementara seminar, diskusi atau lokakarya merupakan bentuk
kegiatan lainnya yang bersifat penunjang.
Sumber
dana: Sumber dana andalan lembaga ini adalah iuran atau
sumbangan anggota.
Keanggotaan
dan wilayah kerja: Tidak diperoleh informasi keanggotaan lembaga
ini. Sedangkan wilayah kerjanya meliputi Propinsi Lampung.
Staf:
Lembaga ini memiliki 9 orang staf; menurut statusnya 5 staf tetap
dan 4 staf tidak tetap, menurut fungsinya 4 orang sebagai staf
profesional dan 2 staf administrasi.
|
|
Background
and purpose: The embryo of the institute was an organization of
nature loving students. However, upon a few considerations, the
Nature Environment Anticipation and Solution or ALAS was established
on March 27th, 1998. Its aim is to assist the government in
developing the complete Indonesian person, mentally, spiritually as
well as a positive attitude of the community. Also to create a
family atmosphere among the various levels of the community in any
and all development efforts, and promote an active role of the
community in consciously and full of concern safeguarding the
preservation of the environmental nature.
Area
and form of activities: In line with its name and aim, the
institute is mainly active in the field of the living environment,
community forest, and in marine affairs/fishery. In support thereof,
it also operates other fields of activity, namely agriculture,
animal husbandry, health, clean water and sanitation, the informal
sector and children. Among other, the activities take the form of
studies, research, or surveys, publishing and publication, education
and training, development of and assistance to the community, and
advocacy (primary). Meanwhile seminars, discussions or workshops
form other forms of supportive activities.
Funding
sources: Contributions or donations from members are the main
source of funds of the institute.
Membership
and working area: Its working area covers Lampung.
Staff:
The institutes is managed by 9 persons, categorized as follows:
according to status 5 permanent staff and 4 non-permanent staff,
according to function 4 professional staff and 2 administrative
staff.
|