ALAS
Alam Lingkungan Antisipasi dan Solusi
The Association of Observer and Environmental Conservation

Alamat/Address: Jl. Danau Jepara No. 11/18, Kedaton,Bandar Lampung 35148,Lampung;Telp.: (0721) 709167; Contact person: Verry Iwan Setiawan (Direktur Eksekutif)


Latar belakang dan tujuan: Embrio lembaga ini adalah perkumpulan mahasiswa pencinta alam. Namun dengan beberapa pertimbangan maka didirikanlah Alam Lingkungan Antisipasi dan Solusi atau ALAS pada 27 Maret 1998. Tujuannya adalah untuk membantu pemerintah dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya, baik mental, spiritual maupun sikap positif masyarakat. Juga untuk menciptakan suasana kekeluargaan antar lapisan masyarakat dalam segala usaha pembangunan, serta mendorong peranan aktif masyarakat agar sadar dan peduli menjaga kelestarian alam lingkungan.

Bidang dan bentuk kegiatan: Bidang kegiatan utama lembaga ini adalah lingkungan hidup, hutan kemasyarakatan, dan kelautan/perikanan. Juga melakukan bidang kegiatan lain sebagai penunjang, yakni pertanian, peternakan, kesehatan, air bersih dan sanitasi, sektor informal, dan anak. Sedangkan bentuk-bentuk kegiatannya antara lain studi, penelitian, atau survai, penerbitan dan publikasi, pendidikan dan pelatihan, pengembangan dan pendampingan masyarakat, serta advokasi (utama). Sementara seminar, diskusi atau lokakarya merupakan bentuk kegiatan lainnya yang bersifat penunjang.

Sumber dana: Sumber dana andalan lembaga ini adalah iuran atau sumbangan anggota.

Keanggotaan dan wilayah kerja: Tidak diperoleh informasi keanggotaan lembaga ini. Sedangkan wilayah kerjanya meliputi Propinsi Lampung.

Staf: Lembaga ini memiliki 9 orang staf; menurut statusnya 5 staf tetap dan 4 staf tidak tetap, menurut fungsinya 4 orang sebagai staf profesional dan 2 staf administrasi.




Background and purpose: The embryo of the institute was an organization of nature loving students. However, upon a few considerations, the Nature Environment Anticipation and Solution or ALAS was established on March 27th, 1998. Its aim is to assist the government in developing the complete Indonesian person, mentally, spiritually as well as a positive attitude of the community. Also to create a family atmosphere among the various levels of the community in any and all development efforts, and promote an active role of the community in consciously and full of concern safeguarding the preservation of the environmental nature.

Area and form of activities: In line with its name and aim, the institute is mainly active in the field of the living environment, community forest, and in marine affairs/fishery. In support thereof, it also operates other fields of activity, namely agriculture, animal husbandry, health, clean water and sanitation, the informal sector and children. Among other, the activities take the form of studies, research, or surveys, publishing and publication, education and training, development of and assistance to the community, and advocacy (primary). Meanwhile seminars, discussions or workshops form other forms of supportive activities.

Funding sources: Contributions or donations from members are the main source of funds of the institute.

Membership and working area: Its working area covers Lampung.

Staff: The institutes is managed by 9 persons, categorized as follows: according to status 5 permanent staff and 4 non-permanent staff, according to function 4 professional staff and 2 administrative staff.