|
Latar belakang dan
tujuan: Adanya kenyataan yang
memperlihatkan bahwa jumlah masyarakat miskin lebih banyak ketimbang
masyarakat dengan tingkat ekonomi lebih tinggi, mendorong sekelompok
orang untuk mendirikan Yayasan Paramitra Jawa Timur. Konsentrasi
yayasan ini pada pemberdayaan masyarakat lapis bawah, baik aspek
sosial maupun ekonominya. Tujuan dari lembaga ini adalah selain ikut
mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat, juga mempersempit jurang
antara yang kaya dan yang miskin, khususnya di sektor-sektor lahan
kering, informal, anak-anak, dan wanita.
Bidang dan bentuk
kegiatan: Bidang kegiatan utama
lembaga ini adalah pertanian, sektor informal, dan pemberdayaan anak,
yang ditunjang kegiatan air bersih dan sanitasi, gender, usaha kecil,
hak asasi manusia, pembangunan perkotaan, dan hutan kemasyarakatan.
Bidang-bidang itu diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan:
pengembangan/pendampingan masyarakat, pendidikan, pelatihan, dan
advokasi.
Program: Lembaga ini pernah mengadakan berbagai
kegiatan pelatihan dan pembinaan, pengadaan air bersih, pertanian
berkelanjutan, konsultansi PMDH-PS, pengembangan kelompok swadaya
masyarakat, perlindungan pekerja anak, pengembangan pendidikan,
pertanian lahan kering, pendidikan keterampilan, penelitian kesehatan
anak.
Publikasi: Menerbitkan buletin MITRA.
Sumber
dana: Lembaga ini memperoleh dana dari
Bank Indonesia, Perhutani dan Dana Mitra Lingkungan, FADO Belgia,
Kedutaan Selandia Baru, ILO-IPEC, TDH Belanda, PLAN Internasional,
AWA, dan UNIKA Atmajaya, serta pendapatan dan dari jasa kerja sama
dengan pihak lain.
Keanggotaan dan wilayah
kerja: Lembaga ini
merupakan anggota Konsorsium LSM Malang, Jaringan LSM (perhutanan
sosial), Jaringan ORNOP Pendamping Petani, dan Jaringan Penanggulangan
Pekerja Anak. Wilayah kerjanya di Jawa Timur.
Staf: Lembaga ini mempunyai 9 staf tetap, 24 staf
tidak tetap, 32 staf profesional, dan 1 staf administrasi.
|
|
Background and
purpose: The fact
that the number of poor people is much bigger than that of those from
higher economic levels had motivated a group of people to establish
Yayasan Paramitra Jawa Timur. It concentrates on the empowerment of
lower class people, from the social and economic aspects. In addition
to taking part in making the Indonesian people more intelligent and in
improving their life style, the purpose of the foundation is narrow
the gaps between the rich and the poor, notably poor people in the
arid land sector, informal sector, children and women.
Area and form of
activities: The
foundation’s main fields of activity are agriculture, informal
sector, and empowerment of children. Other fields namely clean water
and sanitation, gender, small enterprises, human rights, urban
development, and community forest support them.
Activities in all these fields are carried out in the forms of
community development and facilitation, education, training, and
advocacy.
Program: Yayasan Paramitra Jawa
Timur has carried out training and education, supplying of clean
water, sustainable farming, PMDH-S consultancy, development of NGOs,
protection of child workers, development of education, arid land
farming, skill education, research on child health care.
Publication: The foundation
publishes MITRA bulletin.
Funding
sources: For its
activities, Yayasan Paramitra Jawa Timur gets funds from Bank
Indonesia, Perhutani (Forest Association), Dana Mitra Lingkungan Hidup
(Environment Fund), FADO-Belgium, New Zealand Embassy, ILO-IPEC,
TDH-Netherlands, PLAN International, AWA, UNIKA Atmajaya, and from the
remuneration of projects the foundation carries out together with
other parties.
Membership and working
area:
Yayasan Paramitra Jawa Timur is a member of Malang NGO Consortium, NGO
Network (social forestry), NGO Network for Farmers Facilitation, and
Network for Child Workers. It operates in East Java.
Staff: Presently, the foundation
has 9 full-time and 24 part-time staff members. They are comprised of
32 professional and 1 administration workers.
|