| Latar belakang dan
tujuan: Kelompok yang berdiri pada 23 September 1993 ini
sebelumnya hanya merupakan bagian dari Yayasan Gita Buana, tetapi
kemudian memisahkan diri. Gita Buana Club memang sejak awal sangat
peduli dengan lingkungan hidup dan pengembangan masyarakat. Lembaga
ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian kaum muda
Jambi dalam upaya konservasi terhadap lingkungan hidup.
Bidang kegiatan: Bidang
kegiatan utama lembaga ini adalah pelestarian lingkungan hidup,
pengembangan hutan kemasyarakatan dan pertanian. Sementara bidang
kegiatan penunjangnya adalah pembinaan sektor informal, ekowisata
dan pelayanan kesehatan. Bidang kegiatan tersebut terutama
dilaksanakan dalam bentuk studi, penelitian, pendidikan dan
pelatihan serta pendampingan masyarakat. Selain itu juga ditunjang
dengan bentuk kegiatan seperti diskusi, seminar dan pemandu wisata.
Program: Program yang pernah
dilakukan di antaranya inventarisasi tanaman langka di Taman
Nasional Berbak, dan studi sosial ekonomi masyarakat .
Sumber dana: Dana lembaga
diperoleh dari iuran anggota, subsidi pemerintah, bantuan dari
lembaga dalam negeri non pemerintah seperti WARSI, dan pendapatan
hasil kerjasama dengan lembaga lain.
Keanggotaan dan wilayah kerja:
Lembaga ini tergabung dalam organisasi regional: Warung Informasi
Konservasi (WARSI). Sedangkan wilayah kerjanya meliputi beberapa
kabupaten di Jambi seperti Kerinci, Muara Bungo dan sebagainya.
Staf: Lembaga ini mempunyai
6 orang staf tetap dan 20 orang voluntir serta seorang staf
administrasi
|
|
Background
and purpose: This group was set up on September 23rd, whereas it was
only a part of the Gita Buana Foundation (Yayasan Gita Buana),
before it separated from the Foundation. The Gita Buana Club had
from the beginning been very concerned about the living environment
and community development. The institute aims to enhance awareness
and concern of the younger generation of Jambi in the efforts of
conservation of the living environment.
Area
and form of activities: The primary fields of activity of the
institute are conservation of the living environment, development of
community forests and agriculture. Support fields of activity are
development of the informal sector, eco-tourism and health service.
Said fields of activity will mainly be exercised in the form of
study, research, education and training and community assistance. In
addition they will also be supported by forms of activity such as
discussions, seminars and tourist guidance.
Program:
Programs previously conducted are, among others, inventorying of
rare plants in the National Park of Berbak, and study on the
community’s social economy.
Funding
sources: The funds of the institute are obtained from various
sources, namely member fees, government subsidy, aid from domestic
non government institutions such as WARSI and income from
cooperation with other institutions.
Membership
and working area: The institute is associated with the regional
organization Warung Informasi Konservasi (WARSI). The working area
of GBC covers a number of regencies in Jambi, such as Kerinci, Muara
Bungo and others.
Staff:
The institute is operated by 6 permanent staff members and 20
volunteers and one administrative staff member.
|