|
Latar
belakang dan tujuan: Pada
tahun 1971, sekelompok cendekiawan mendirikan sebuah organisasi dengan
nama Perhimpunan Indonesia untuk Pembinaan Ekonomi dan Sosial
(BINEKSOS) dengan pemikiran bahwa pembangunan terlalu penting untuk
diserahkan pelaksanaannya kepada pemerintah saja. Oleh karena itu pula
BINEKSOS mendorong keterlibatan organisasi non-pemerintah
dalam berbagai program pembangunan. BINEKSOS
kemudian menjalin kerjasama dengan Friedrich Naumann Stiftung
(FNS), sebuah lembaga penyandang dana dari Jerman, untuk membantu
mendanai berbagai program yang dirancangnya. Untuk melaksanakan program
tersebut, BINEKSOS dan FNS membentuk sebuah Badan Pelaksana dengan
nama Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial
(LP3ES), yang secara resmi berdiri pada tanggal 19 Agustus 1971. Sejak
itu LP3ES aktif dalam berbagai kegiatan dalam bidang penelitian,
penerangan, pendidikan dan pengembangan masyarakat. Tujuan utama
lembaga ini adalah: membina pengetahuan dan kesadaran
masyarakat mengenai masalah sosial dan ekonomi; mengembangkan
ilmu pengetahuan sosial dan ekonomi; menyebarkan pengetahuan tentang
Indonesia kepada bangsa lain; dan mengembangkan sumberdaya manusia
Indonesia, khususnya di kalangan mereka yang berusia muda.
Bidang
dan bentuk kegiatan : Sebagai
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sejak awal LP3ES terlibat dalam
berbagai program pengembangan sosial dan ekonomi pada tingkat akar
rumput, melalui pendidikan, latihan dan pendampingan.
Namun demikian, lembaga ini juga aktif dalam penelitian
kebijakan serta penerbitan akademis yang berhubungan dengan masalah
strategis. Ini berhubungan dengan fungsinya sebagai lembaga
penerangan, baik untuk masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.
Dalam beberapa tahun terakhir, LP3ES juga ikut aktif dalam usaha
pengembangan demokrasi dan pendidikan hak asasi manusia.
Program
: Dari
berbagai program yang telah dilakukan selama ini, beberapa di
antaranya dapat disebutkan secara khusus karena memiliki arti penting,
yakni pengembangan industri kecil dan kerajinan, pengembangan
masyarakat melalui pesantren, pengembangan irigasi kecil dan petani
pemakai air, serta penerbitan buku-buku akademis. Pengembangan
industri kecil dan kerajinan dimulai sejak awal tahun 1970-an, yang
kemudian disusul dengan pengembangan masyarakat melalui pesantren.
Pada awal tahun 1980-an LP3ES memulai program irigasi kecil dengan
menekankan pengembangan kelembagaan agar petani dapat mengelola
sendiri kebutuhan airnya. Pada tahun 1993 dimulai program demokrasi,
dengan antara lain mengembangkan kapasitas pers daerah,
menyelenggarakan seminar tentang berbagai masalah politik, serta
pelatihan tentang hak asasi manusia untuk pesantren and LSM.
Publikasi
: Sebagai
penerbit, LP3ES mempunyai spesialisasi buku akademis untuk umum serta
buku teks universitas, terutama bidang ekonomi dan ilmu-ilmu sosial
lainnya. LP3ES juga menerbitkan sebuah jurnal ekonomi dan sosial Prisma
yang sampai dengan
awal 1990-an juga muncul dengan edisi
bahasa Inggeris. Program-program tertentu di lingkungan lembaga ini
juga menerbitkan buletin atau majalah khusus. Misalnya majalah Pesan,
dari program pengembangan pesantren; buletin Dinamika Petani dari program irigasi kecil; dan buletin Digniti
dari program pengembangan demokrasi dan hak asasi manusia.
Sumber
dana :
LP3ES mendapat dukungan dana antara lain dari FNS, USAID, Swiss
Development Cooperation
(SDC), Ford Foundation, Asia Foundation, Sasakawa Foundation, Toyota
Foundation, CIPE, UNDP dan Bank Dunia, di samping kerjasama dengan
beberapa lembaga pemerintah dan swasta.
Keanggotaan
dan wilayah kerja :
LP3ES menjadi anggota dari forum-forum domestik seperti WALHI, YAPPIKA
dan INFID. Di tingkat internasional menjadi anggota ICSW. LP3ES merupakan LSM nasional dengan wilayah kerja
seluruh Indonesia.
Staf:
LP3ES memiliki 55 staf tetap dan didukung oleh staf tidak tetap yang
jumlahnya disesuaikan dengan keperluan
dari waktu ke waktu.
|
|
Background
and purpose: In
1971 a group of intellectuals founded an organization called
Perhimpunan Indonesia untuk Pembinaan Ekonomi dan Sosial, or BINEKSOS,
with a consideration that national development was too important to be
carried out solely by the government. Consequently BINEKSOS encouraged
non-governmental organizations to get involved in various development
programs. BINEKSOS subsequently established a cooperation with
Friedrich Naumann Stiftung (FNS), a German donor agency, to help
funding a number of programs they proposed. To carry out the programs
BINEKSOS and FNS formed an executing body named Lembaga Penelitian,
Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, or LP3ES, which was
officially launched on 19 August 1971. Since then LP3ES has been
active in various undertakings in the field of research, information,
education and community development. The main purposes of this
organization are to improve people’s knowledge and awareness on
social and economic issues; develop social science and economics;
disseminate information on Indonesia abroad; and to improve the
quality of Indonesia’s human resource, especially among young
generation.
Area
and form of activities: Being
a non-governmental organization, LP3ES has from early on been involved
in various social and economic development programs at the grass roots
level through education, trainings and technical assistance. This
organization is also active in policy research and academic publishing
related to strategic issues. This is in line with its function as an
information agency, both for domestic and foreign audience. In the
latest development, LP3ES gets involved in a program to promote
democracy and human rights education.
Programs:
Out of many programs that had been carried out ever since, several of
them can be especially mentioned for matter of importance, namely
development of small- scale and handicraft industries, community
development through pesantren, small-scale irrigation and
water-users development project and academic publishing. Development
of small-scale industries and handicraft was initiated in the early
years of LP3ES in 1970’s, followed by pesantren-based
community development program. In early 1980’s LP3ES started
small-scale irrigation program, with an emphasis on institutional
development for farmers to establish their own water management. In
1993 LP3ES initiated a democracy program, by developing the capacity
of local presses, holding seminars on political issues and trainings
on human rights for pesantren students and NGO activists.
Publication:
As
a publisher, LP3ES specializes in academic books and university text
books, especially in economics and social sciences. LP3ES also
publishes Prisma, a journal in social and economic issues,
which was up to the early 1990’s also accompanied
with English edition. Certain programs within LP3ES also
publish special magazine or bulletin. For example Pesan magazine
of the pesantren program; Dinamika Petani bulletin of the small
irrigation program; and Digniti bulletin of the democracy and
human rights program.
Funding
sources: LP3ES
gets support from FNS, USAID, Swiss Development Cooperation, The Ford
Foundation, Asia Foundation, Sasakawa Foundation, Toyota Foundation,
CIPE, UNDP and The World Bank, besides from several government
agencies and private sector.
Membership
and working area: LP3ES
is a member of a number of domestic forums, such as WALHI, YAPPIKA and
INFID. At international level it is a member of ICSW. LP3ES’s
working area covers the whole country.
Staff:
This organization has 55 permanent staff and is supported by a number
of non-permanent in accordance with the need.
|