| Latar
belakang dan tujuan: Lembaga yang didirikan pada 23 Desember
1975 ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi ibu dan anak
terutama dalam masalah reproduksi. Tujuan didirikannya lembaga ini
adalah untuk mewujudkan keluarga yang bertanggungjawab dalam
mencapai keluarga dan masyarakat sejahtera.
Bidang
dan bentuk kegiatan: Bidang kegiatan utama lembaga ini adalah
pelayanan kesehatan, penyuluhan kependudukan dan keluarga berencana
serta penyadaran gender. Selain itu juga perlindungan anak,
pembinaan sektor informal, pengembangan usaha kecil dan koperasi
serta pendidikan demokrasi dan hak asasi manusia sebagai bidang
penunjangnya. Sedangkan bentuk-bentuk kegiatannya meliputi
pendidikan dan latihan, pengembangan dan pendampingan masyarakat,
dan advokasi (utama), juga seminar, diskusi dan publikasi (penunjang).
Program:
Berbagai program yang pernah dilakukan di antaranya pelatihan
gender, modal prakoperasi anak-anak pedagang asongan, kampanye
HIV/AIDS, rehabilitasi masyarakat kurban bencana alam banjir,
konsultasi keluarga, pengembangan jaringan pelayanan kesehatan
reproduksi, youth information and services centre, information
education advocation and advocacy.
Sumber
dana: Dana untuk kegiatan lembaga ini diperoleh dari subsidi
pemerintah (yaitu Departemen Kesehatan, Pemerintah Daerah Bengkulu,
BKKBN dan Departemen Sosial), bantuan lembaga internasional (antara
lain IPPF dan VTF), dan dari lembaga dalam negeri nonpemerintah (yaitu
YASPPUK dan dari BAZIS Kotamadya Bengkulu).
Keanggotaan
dan wilayah kerja: Dalam lingkup regional lembaga ini menjadi
anggota dari organisasi daerah Warung Informasi Konservasi (WARSI)
dan WALHI Bengkulu, dan dalam lingkup nasional menjadi jaringan
YASPPUK dan WALHI, juga masuk dalam jaringan internasional IPPF
(International Planned Parenthood Federation). Adapun wilayah
kerjanya meliputi daerah Propinsi Bengkulu.
Staf:
Lembaga ini memiliki 5 orang staf tetap dan 26 orang staf tidak
tetap, ditambah 27 orang staf profesional dan 4 orang tenaga
administratif, dan didukung para volunteer.
|
|
Background
and purpose: This institute was established on December 23rd,
1975, starting from the concern about the condition of mother and
child, in particular in the problem of reproduction. The aim of the
institute’s establishment is to build responsible families in
achieving prosperity for family and community.
Area
and form of activities: Health service, population counseling
and family planning as well as gender awareness form the primary
fields of activity of this institute. In addition also child
protection, development of the informal sector, development of small
scale enterprise and cooperatives and democracy education and human
rights form the institute’s support fields. Whereas the form of
its activities comprises education and training, community
development and assistance and advocacy (primary). Further also
seminars, discussions and publications (supportive).
Program:
From the various conducted programs are, among others, mentioned
gender training, pre-cooperative capital, child street hawkers,
HIV/AIDS campaign, rehabilitation of flood victims, family
consultation, development of the reproduction health service
network, youth information and services centre, information
education and advocacy.
Publications:
Newsletter SENTRA.
Funding
sources: The funds for the activities of the institute are
obtained from government subsidy, namely the Department of Health,
the Regional Government of Bengkulu, BKKBN and the Department of
Social Affairs. Also from aid of international institutions, among
others IPPV and VTF. Further also from domestic non government
institutions namely YASSPUK and from BAZIS of the Bengkulu
Municipality.
Membership
and working area: In regional scope the institute is a member of
the regional organization Warung Informasi Konservasi or
Conservation Information Shop (WARSI) and WALHI Bengkulu, and in
national scope it is a member of the networks of YASPPUK and WALHI.
It has also entered the international network of IPPF (International
Planned Parenthood Federation). Its working area covers the Bengkulu
region.
Staff:
The daily activities of the institute are handled by 5 permanent
staff members and 26 non permanent members. In addition to 27
professional and 4 administrative staff workers.
|