|
Latar
belakang dan tujuan:
Keprihatinan terhadap nasib anak-anak yang banyak di antaranya tidak
dapat menikmati indahnya masa kanak-kanak --karena terpaksa harus
bekerja sebagai buruh, terlantar di jalanan, menjadi kurban konflik
politik, kurban perang bahkan kurban kerakusan dan nafsu manusia
lainnya-- memicu berdirinya Yayasan Anak Bangsa (TAB Aceh), atas dasar
niat untuk melayani kepentingan anak. Tujuan organisasi yang dibentuk
pada 17 Juli 1995 ini adalah mewujudkan perlindungan hak-hak asasi
manusia, terutama hak-hak anak dan perempuan, dalam tatanan kehidupan
yang adil, setara, demokratis dan berwawasan lingkungan.
Bidang
dan bentuk kegiatan:
Bidang kegiatan utama lembaga ini adalah gender, hak asasi manusia,
buruh perempuan, anak, dan civic education; yang ditunjang bidang
usaha kecil dan perkoperasian, hukum, lingkungan hidup, demokrasi, dan
peternakan. Semua bidang tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk
kegiatan: pendidikan dan pelatihan, pengembangan dan pendampingan
masyarakat, penerbitan dan publikasi, advokasi, serta seminar,
diskusi, dan lokakarya. Sedangkan studi, penelitian, dan survai
merupakan bentuk kegiatan penunjang.
Program:
Lembaga ini telah melaksanakan berbagai kegiatan yang berkait dengan
anak dan perempuan, antara lain: program street children.
Publikasi:
Menebitkan Buletin Suara Anak Bangsa (Suara Abang).
Sumber
dana:
Selain sumbangan anggota, juga bantuan hibah dari lembaga-lembaga
internasional serta pendapatan dari jasa kerja sama dengan pihak lain.
Namun selama 3 tahun pertama lebih banyak dibiayai sendiri (swadaya).
Keanggotaan
dan wilayah kerja:
Di tingkat daerah masuk dalam Forum LSM Daerah Istimewa Aceh, Jaringan
Advokasi, SULOH, dan Kelompok Kerja Transformasi Gender Aceh (KKTGA).
Sementara pada tingkat nasional masuk dalam Konsorsium Anak Jalanan
Indonesia dan WALHI. Wilayah kerja selama ini adalah Daerah Istimewa
Aceh (Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Selatan).
Staf:
Lembaga ini memiliki 7 orang staf tetap dengan 1 orang staf tidak
tetap.
|
|
Background
and purpose: Concerns over the condition of children who have no
opportunity to enjoy their childhood because they have to work as
labors, being neglected on the streets, become victims of political
conflict, victims of war or even victims of other’s interest and
greediness triggered the establishment of the Nation Child Foundation
on July 17, 1995. Based on the intention to provide services for the
children, this foundation is aimed at accomplishing the human rights
protection, mostly the rights of children and women, in a fair, equal,
democratic and environment-oriented social order.
Area
and form of activities: Its main fields are gender issue, human
rights, women labor, childcare and civic education which are supported
by small business and cooperative, law, environment, democracy and
cattle breeding. All those activities are carried out in the form of
education and training, community development and assistance,
publications, advocacy, seminar, discussion, workshop along with
studies, researches as well as surveys.
Program:
Since its establishment, this foundation has implemented various
activities related to children and women. One of those activities is
street children program.
Publications:
They have published regularly Suara Anak Bangsa Bulletin.
Funding
sources: Donations from members, grants from international
institutions and income from the cooperation with other parties are
the three funding sources of this foundation. But, specially for the
first three years, the activities were funded by their own effort.
Membership
and working area: At regional level this foundation is a member of
NGOs Forum of Aceh, Advocacy Network, SULOH, Working Group of Gender
Transformation of Aceh. At national level it joins the Consortium of
Indonesian Street Children and WALHI. This foundation works in the
areas of Aceh province such as, Banda Aceh, Great Aceh and South
Aceh).
Staff:
This foundation employs 7 full-time and 1 part-time staffs.
|